Diantara teman-teman semua pasti
sudah sering mendengar kata ‘Geologi’ ‘Geografi’, dan ‘Geofisika’. Namun
bagaimana dengan geodesi? Atau mungkin teman-teman berkunjung ke blog ini
justru ingin mengerti lebih dalam tentang ‘kakek’ yang kita bicarakan?
Menapa saya menyebutnya kakek? Karena
menurut wikipedia, Geodesi adalah
salah satu cabang keilmuan tertua yang berhubungan dengan bumi. Berarti ilmu
lain yang berawalan dengan Geo- merupakan cucu-cucu dari cabang keilmuan ini.
Definisi dari Geodesi sendiri dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu definisi klasik maupun modern. Definisi klasik
geodesi menurut Helmert dan Torge (1880), adalah Ilmu tentang pengukuran dan pemetaan permukaan bumi yang juga mencakup
permukaan dasar laut.
Sedangkan definisi modern geodesi menurut
IAG (International Association Of Geodesy, 1979 adalah disiplin
ilmu yang mempelajari tentang pengukuran dan perepresentasian dari Bumi dan
benda-benda langit lainnya, termasuk medan gaya beratnya masing-masing, dalam
ruang tiga dimensi yang berubah dengan waktu.
Pada laporan Dewan Riset Nasional Amerika Serikat, definisi
Geodesi dapat dibaca sebagai berikut: a
branch of applied mathematics that determines by observations and measurements
the exact position of points and the figures and areas of large portions of the
earth's surface,the shape and size of the earth, and the variations of
terrestrial gravity.
Geodesi dijadikan sebagai salah satu
ilmu akademis di beberapa perguruan tinggi di Indonesia, yaitu Universitas
Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Bandung, Institut
Teknologi Sepuluh November Surabaya, Institut Nasional Malang, dan masih banyak
lagi. Jurusan Geodesi masuk dalam fakultas teknik.
Di jurusan ini kita akan mempelajari tentang matematika
terapan yang melakukan pengukuran dan pengamatan posisi yang pasti dari
titik-titik di muka bumi serta ukuran dan luas dari sebagian besar muka bumi,
bentuk dan ukuran bumi, dan variasi gaya berat bumi. Mungkin belum terbayang bukan
tentang apa yang akan dipelajari di jurusan Teknik Geodesi? Saya pribadi juga
hanya sebentar berkuliah di jurusan ini karena alasan yang tidak bisa dijelaskan.
Namun percayalah, saya bukan keluar akibat mata kuliah maupun teman yang tidak
menyenangkan. Justru sampai sekarang saya masih sering menanyakan kabar rekan-rekan
sejurusan saya dulu. Jujur saja, cerita mereka tentang pelajaran teori dan
prakteknya benar-benar membuat iri. Mengapa demikian? Jika saya jelaskan, mungkin
teman-teman semua tidak akan percaya sebelum benar-benar masuk ke jurusan
tersebut.
Saya juga tidak keluar akibat prospek kerjanya. Saya malah memilih
Teknik Geodesi dikarenakan masa depan yang sepertinya cerah. Saya belum pernah
menemui lulusan Teknik Geodesi yang gagal dalam mencari ataupun menciptakan
pekerjaan. Saya pikir, luasnya lapangan kerjalah yang membuat lulusan teknik
tersebut tak ada yang menganggur.
Sekian catatan kecil dari saya, seorang penghitung yang belum
bisa moveon dari Teknik Geodesi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar