Senin, 17 Oktober 2016

GEODESI, SEORANG KAKEK YANG TAK POPULER



            Diantara teman-teman semua pasti sudah sering mendengar kata ‘Geologi’ ‘Geografi’, dan ‘Geofisika’. Namun bagaimana dengan geodesi? Atau mungkin teman-teman berkunjung ke blog ini justru ingin mengerti lebih dalam tentang ‘kakek’ yang kita bicarakan?

            Menapa saya menyebutnya kakek? Karena menurut wikipedia, Geodesi adalah salah satu cabang keilmuan tertua yang berhubungan dengan bumi. Berarti ilmu lain yang berawalan dengan Geo- merupakan cucu-cucu dari cabang keilmuan ini.

            Definisi dari Geodesi sendiri dapat dibedakan menjadi dua, yaitu definisi klasik maupun modern. Definisi klasik geodesi menurut Helmert dan Torge (1880), adalah Ilmu tentang pengukuran dan pemetaan permukaan bumi yang juga mencakup permukaan dasar laut.

            Sedangkan definisi modern geodesi menurut IAG (International Association Of Geodesy, 1979 adalah  disiplin ilmu yang mempelajari tentang pengukuran dan perepresentasian dari Bumi dan benda-benda langit lainnya, termasuk medan gaya beratnya masing-masing, dalam ruang tiga dimensi yang berubah dengan waktu.

Pada laporan Dewan Riset Nasional Amerika Serikat, definisi Geodesi dapat dibaca sebagai berikut: a branch of applied mathematics that determines by observations and measurements the exact position of points and the figures and areas of large portions of the earth's surface,the shape and size of the earth, and the variations of terrestrial gravity.

                Geodesi dijadikan sebagai salah satu ilmu akademis di beberapa perguruan tinggi di Indonesia, yaitu Universitas Gadjah Mada, Universitas Diponegoro, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya, Institut Nasional Malang, dan masih banyak lagi. Jurusan Geodesi masuk dalam fakultas teknik. 

Di jurusan ini kita akan mempelajari tentang matematika terapan yang melakukan pengukuran dan pengamatan posisi yang pasti dari titik-titik di muka bumi serta ukuran dan luas dari sebagian besar muka bumi, bentuk dan ukuran bumi, dan variasi gaya berat bumi. Mungkin belum terbayang bukan tentang apa yang akan dipelajari di jurusan Teknik Geodesi? Saya pribadi juga hanya sebentar berkuliah di jurusan ini karena alasan yang tidak bisa dijelaskan. Namun percayalah, saya bukan keluar akibat mata kuliah maupun teman yang tidak menyenangkan. Justru sampai sekarang saya masih sering menanyakan kabar rekan-rekan sejurusan saya dulu. Jujur saja, cerita mereka tentang pelajaran teori dan prakteknya benar-benar membuat iri. Mengapa demikian? Jika saya jelaskan, mungkin teman-teman semua tidak akan percaya sebelum benar-benar masuk ke jurusan tersebut.

Saya juga tidak keluar akibat prospek kerjanya. Saya malah memilih Teknik Geodesi dikarenakan masa depan yang sepertinya cerah. Saya belum pernah menemui lulusan Teknik Geodesi yang gagal dalam mencari ataupun menciptakan pekerjaan. Saya pikir, luasnya lapangan kerjalah yang membuat lulusan teknik tersebut tak ada yang menganggur.

Sekian catatan kecil dari saya, seorang penghitung yang belum bisa moveon dari Teknik Geodesi.